Buku Terbaru
Home > > Maumu Apa, Malaysia?. Konflik Indo-Malay dari kacamata seorang WNI di Malaysia
Maumu Apa, Malaysia?. Konflik Indo-Malay dari kacamata seorang WNI di Malaysia
| Nomor Produk | 13817 |
| Penerbit | Gramedia |
| Pengarang | Genuk Ch. Lazuardi |
| Harga |
Rp. 38.000,00 |
| Tanggal Publish | 15 Dec 2009 |
Ringkasan Buku Maumu Apa, Malaysia?. Konflik Indo-Malay dari kacamata seorang WNI di Malaysia
Hubungan Indonesia-Malaysia selalu diwarnai dinamika dan kontroversi. Mulai dari urusan TKI, teroris, kasus Ambalat, drama Pangeran Kelantan dengan model Indonesia, klaim Reog Ponorogo-Tari Pendet-batik-lagu Rasa Sayange, hingga pengakuan hak milik terhadap rendang yang jelas-jelas menu asli Padang. Naik turun, panas dingin---semua silih berganti mewarnai hubungan kedua negara serumpun ini.
Apakah yang di-blow up memang lebih banyak hal-hal yang bikin panas orang Indonesia di tanah air? Dan benarkah keadaan warga Indonesia di Malaysia semiris berbagai berita yang beredar? Mengapa tega-teganya Malaysia memberikan cap 3D---Difficult, Dirty, and Dangerous---pada TKI? Bagaimana dengan para ekspatriat Indonesia di Malaysia yang senyap tak bersuara?
Maumu Apa, Malaysia? berusaha menjawab semua pertanyaan itu berdasarkan pengamatan seorang WNI yang bermukim di Malaysia. Bersiaplah dibuat terkaget-kaget membacanya.... Karena, kenyataannya mungkin tidak seperti yang Anda inginkan!
Dimensi: 13.5 x 20 cm
Tebal: 222 halaman
Cover: Soft Cover
ISBN: 978-979-22-5139-5
Kategori: Nonfiksi / Sosial, Politik dan Budaya / Budaya
Tentang Pengarang: Genuk Ch. Lazuardi
Genuk Ch. Lazuardi lahir di Jakarta. Ia menghabiskan 14 tahun kariernya sebagai jurnalis bidang ekonomi dan bisnis di majalah Ekonomi dan Bisnis Warta Ekonomi di Jakarta, Indonesia. Sejak 2007, ibu dari sepasang anak ini menemani sang suami, Adi Lazuardi, yang bertugas sebagai Kepala Biro Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA di Malaysia.
Tinggal di Kuala Lumpur, Genuk yang berpendidikan sarjana ilmu politik dengan studi kekhususan Hubungan Internasional dari Universitas Nasional, Jakarta, tidak pernah meninggalkan dunia tulis-menulis. Menjadi penulis lepas adalah pilihan barunya dalam menjalani kehidupan seharinya-harinya, selain sebagai ibu rumah tangga biasa.
Genuk pernah mendapatkan beasiswa dari pemerintah Jerman untuk mengikuti pendidikan singkat di Internationale Institute for Journalism (IIJ) Inwent, Berlin, dalam bidang Financial Journalism pada 1999.
Bertindak sebagai penyunting sekaligus ikut menulis, Genuk telah menghasilkan dua karya buku berjudul Debut: Empat Puluh Eksekutif Muda Indonesia dan Sketsa 25 Eksekutif Handal Indonesia. Kedua buku ini diterbitkan oleh Warta Global Indonesia (2000).
Pembeli buku ini juga membeli buku berikut:
- Black Forest dan Variasinya. Step by Step

